
Liputan6.com, Jakarta – Produsen otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD, resmi meluncurkan generasi terbaru platform bus listrik e-Bus 3.0. Inovasi ini menjadi yang pertama di dunia yang mengusung arsitektur kelistrikan 1.000 volt dan siap diproduksi massal.
Seluruh sistem, mulai dari motor penggerak, pengisian daya, distribusi listrik, hingga pendingin udara, kini terintegrasi dalam teknologi tegangan tinggi super ini.
Mengutip laporan Paultan.org, Sabtu (20/9/2025), peluncuran perdana platform e-Bus 3.0 dilakukan melalui model C11, bus listrik berukuran 11 meter yang hadir dengan desain modern dan fokus pada kenyamanan sekaligus ketangguhan.
Struktur Lebih Kokoh dengan Teknologi CTC
Salah satu teknologi unggulan yang diterapkan adalah Cell-to-Chassis (CTC), yaitu menempatkan baterai langsung pada rangka bus. Metode ini tidak hanya meningkatkan kekuatan struktur kendaraan, tetapi juga memberikan tambahan ruang bagasi yang lebih luas.
BYD juga membekali bus ini dengan baterai Blade LFP (lithium iron phosphate) yang dilapisi hingga sepuluh lapisan proteksi. Pabrikan mengklaim, baterai ini tetap aman bahkan jika dihantam truk berbobot 50 ton, menegaskan standar keamanan tinggi untuk transportasi publik.
Selain itu, bus C11 dipersenjatai sistem kontrol bodi DiSus-A serta teknologi stabilitas ban pecah pada kecepatan tinggi. Sistem ini mampu bereaksi dalam hitungan milidetik untuk menjaga bus tetap stabil meski ban meledak saat melaju hingga 100 km/jam.
Teknologi 1.000 Volt untuk Efisiensi Maksimal
Platform e-Bus 3.0 menghadirkan sederet inovasi baru, termasuk chip silikon karbida 1.500 volt pertama di dunia serta gardan listrik 1.000 volt yang khusus dirancang untuk bus listrik.
Ditambah dengan sistem manajemen termal tujuh-dalam-satu, konsumsi energi diklaim dapat ditekan hingga 18 persen. Dampaknya sangat signifikan, karena meningkatkan jarak tempuh sepanjang masa pakai bus.
Bahkan dalam kondisi ekstrem, seperti suhu minus 15 derajat Celcius, bus tetap bisa mempertahankan daya jelajah tambahan hingga 50–80 ribu kilometer.
Tak hanya itu, fitur Driver Disability Assistance System 2.0 memberikan opsi keselamatan ekstra. Penumpang dapat menghentikan bus secara otomatis hanya dengan menekan satu tombol apabila pengemudi mengalami kondisi darurat medis.
Jarak Tempuh Hingga 730 Kilometer
BYD C11 ditawarkan dalam lima pilihan kapasitas baterai, mulai dari 184 kWh hingga 593 kWh. Dengan konfigurasi tersebut, bus bisa menempuh jarak 220 km hingga 730 km dalam sekali pengisian penuh, bahkan dengan AC menyala dan kabin penuh penumpang.
Untuk varian standar, jarak tempuh mencapai 400 km, menjadikannya solusi transportasi publik perkotaan maupun antar kota dengan efisiensi tinggi.
Sebelumnya, BYD juga telah memperkenalkan Super e-Platform untuk mobil penumpang pada Maret lalu. Namun, berbeda dengan e-Bus 3.0, platform tersebut belum mengadopsi arsitektur 1.000 volt secara penuh.
Siap Produksi Massal untuk Transportasi Global
Meski BYD belum mengumumkan harga resmi dan pasar pertama yang akan disasar, debut bus listrik C11 menandai langkah strategis dalam memperkuat lini kendaraan listrik komersial mereka.
Dengan kebutuhan transportasi publik ramah lingkungan yang semakin mendesak di berbagai negara, e-Bus Platform 3.0 diharapkan segera masuk jalur produksi massal. Inovasi ini juga berpotensi memperkuat posisi BYD sebagai pelopor global dalam teknologi kendaraan listrik.
SUMBER. LIPUTAN6.COM